Musik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ada banyak genre musik yang dikenal masyarakat, salah satunya adalah akapela. Tapi tahukah kamu bahwa musik akapela menggunakan suara sebagai satu-satunya instrumen? Gaya musik ini tidak membutuhkan alat musik sama sekali, melainkan murni mengandalkan vokal para penyanyinya.
Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam mengenai musik akapela: mulai dari pengertian, sejarah, jenis-jenisnya, hingga contoh grup terkenal yang membawakan genre ini. Artikel ini ditulis berdasarkan referensi dari Tirto, Bola.com, dan Kumparan yang telah membahas musik akapela secara lengkap.
Buat kamu yang ingin tahu bagaimana bisa menghasilkan harmoni lengkap hanya dengan suara manusia, artikel ini cocok banget untuk dibaca sampai habis. Tidak hanya informatif, tapi juga akan membuka wawasan baru soal betapa hebatnya kekuatan vokal dalam dunia musik modern dan tradisional.
Pengertian dan Ciri Khas Musik Akapela
Sebelum mengenal lebih dalam, penting untuk mengetahui pengertian dasar dari akapela. Musik akapela menggunakan suara tanpa iringan alat musik sama sekali. Setiap bunyi, ritme, melodi, hingga efek instrumen, semuanya diciptakan melalui vokal manusia. Teknik ini bukan sekadar bernyanyi, tetapi menggabungkan berbagai peran vokal menjadi satu harmoni musik yang utuh.
Kata “akapela” berasal dari bahasa Italia “a cappella” yang berarti “seperti di dalam gereja.” Dulu, musik jenis ini memang banyak digunakan dalam kegiatan ibadah karena dianggap lebih sakral tanpa alat musik. Namun seiring waktu, akapela berkembang menjadi genre musik yang sangat kreatif dan digunakan dalam berbagai konteks, dari pentas gereja hingga panggung kompetisi internasional.
Ciri Utama Musik Akapela
- Tidak menggunakan alat musik sama sekali
- Mengandalkan kemampuan vokal dan harmoni antar penyanyi
- Setiap penyanyi bisa berperan sebagai instrumen (drum, bass, gitar, dll)
- Cocok untuk pertunjukan live dan acapella group
- Teknik vokalnya beragam: humming, beatbox, vibrato, harmonisasi
Sejarah Awal Mula Musik Akapela
Asal-usul musik akapela sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, terutama di kalangan masyarakat religius. Musik ini banyak ditemukan dalam nyanyian gereja di Eropa sekitar abad ke-15. Pada masa itu, akapela dianggap sebagai bentuk musik yang paling murni karena tidak melibatkan alat musik duniawi.
Dalam sejarahnya, akapela berkembang seiring dengan munculnya paduan suara gereja seperti Gregorian Chant. Di abad ke-16 dan 17, musik ini menjadi bagian penting dalam upacara keagamaan, terutama di Italia dan Vatikan. Para penyanyi biasanya menyanyikan lagu-lagu liturgi dengan harmoni yang sangat kaya.
Akapela Modern
Memasuki abad ke-20, musik akapela tidak lagi terbatas pada ranah gereja. Banyak kelompok vokal muncul dan menyanyikan lagu-lagu pop dengan gaya akapela. Salah satu yang terkenal adalah The Kingโs Singers dari Inggris, yang dikenal dengan aransemen kompleks dan harmoni sempurna.
Di Amerika Serikat, muncul juga grup seperti Pentatonix yang sukses membawa akapela ke level global. Mereka membawakan lagu-lagu modern seperti Daft Punk, Hallelujah, dan Evolution of Music dengan hanya menggunakan suara manusia.
Jenis-Jenis Musik Akapela yang Perlu Diketahui
Musik akapela menggunakan suara dalam berbagai bentuk dan teknik. Oleh karena itu, ada beberapa jenis akapela yang dikenal di dunia musik. Masing-masing punya gaya khas dan tujuan yang berbeda. Berikut beberapa jenisnya:
1. Barbershop
Jenis akapela ini populer di Amerika Serikat, dengan karakteristik harmoni empat suara: tenor, lead, baritone, dan bass. Lagu-lagu barbershop biasanya bernuansa ceria dan memiliki harmoni yang sangat padat. Ciri khasnya adalah modulasi dan penggabungan suara yang lembut namun kuat.
2. Doo-Wop
Muncul pada era 1940-an hingga 1960-an, doo-wop adalah jenis akapela yang dipengaruhi musik jazz dan rhythm & blues. Jenis ini menggunakan pengulangan suku kata seperti “doo-wop” atau “shoo-be-doo” sebagai ritme tambahan.
3. Contemporary Acapella
Merupakan gaya modern dari akapela yang biasa digunakan untuk meng-cover lagu pop, rock, hingga hip-hop. Biasanya terdiri dari lead vocal, backing vocal, beatboxer, dan bass vocal. Contoh grup: Pentatonix, Home Free, The Norโeasters.
4. Gospel Acapella
Digunakan dalam kegiatan keagamaan seperti paduan suara gereja, jenis ini fokus pada harmoni spiritual dan biasanya dilakukan oleh kelompok besar. Nuansa religius sangat kental dan cocok untuk refleksi spiritual.
5. Vocal Percussion/Beatbox
Teknik ini menggunakan mulut dan suara untuk menirukan suara drum, snare, hi-hat, dan instrumen ritmis lainnya. Sering digunakan dalam contemporary acapella untuk memberikan nuansa beat pada lagu.
Teknik Bernyanyi Akapela yang Harus Dikuasai
Karena musik akapela menggunakan suara sepenuhnya, penyanyi akapela harus menguasai berbagai teknik vokal. Bukan hanya tentang bernyanyi merdu, tapi juga bagaimana menciptakan instrumen dan membangun harmoni bersama anggota grup lainnya.
Beberapa Teknik Utama:
- Blend: Menyamakan karakter suara agar terdengar seimbang
- Harmoni: Menyanyikan nada-nada pendukung dari melodi utama
- Tuning: Menjaga pitch agar tetap akurat meskipun tanpa alat bantu
- Rhythm: Mengatur tempo dan ketukan secara alami
- Vocal Percussion: Beatbox, humming, dan bunyi instrumen tiruan
Penyanyi akapela juga harus memiliki pendengaran yang tajam dan kemampuan improvisasi yang baik karena mereka bekerja tanpa bantuan alat musik pengiring.
Grup Musik Akapela Terkenal Dunia

Ada banyak grup vokal di dunia yang sukses memperkenalkan akapela ke khalayak luas. Beberapa di antaranya bahkan masuk tangga lagu Billboard atau memenangkan penghargaan musik bergengsi.
- Pentatonix (AS): Grup akapela paling terkenal saat ini. Lagu-lagunya sering trending dan videonya ditonton jutaan orang di YouTube.
- Home Free (AS): Grup country acapella yang memenangkan The Sing-Off.
- The Kingโs Singers (Inggris): Paduan suara pria dengan teknik klasik dan aransemen kompleks.
- Voctave (AS): Terkenal lewat aransemen Disney dan Broadway.
- The Norโeasters (AS): Grup kampus yang dikenal lewat kontes internasional ICCA.
Musik Akapela di Indonesia
Indonesia juga tidak ketinggalan dalam mengembangkan musik akapela. Beberapa grup seperti Jamaica Cafe, Voice of Indonesia, dan Acappella Mataraman adalah contoh bagaimana musik ini berkembang di Tanah Air.
Musik akapela digunakan dalam berbagai kompetisi vokal, pertunjukan TV, bahkan dijadikan bagian dari kampanye sosial. Dengan semakin banyaknya konten digital, grup-grup lokal punya peluang besar untuk dikenal dunia lewat platform seperti YouTube dan TikTok.
Musik akapela menggunakan suara sebagai kekuatan utama untuk menciptakan harmoni dan irama. Tanpa bantuan alat musik, genre ini membuktikan bahwa kemampuan vokal manusia bisa menjadi satu orkestra utuh. Dari sejarahnya yang religius hingga era modern yang penuh inovasi, akapela terus berkembang dan menarik perhatian banyak penikmat musik.
Jika kamu tertarik untuk mendalami musik akapela, cobalah mulai dengan bergabung dalam komunitas vokal atau menonton pertunjukan grup akapela profesional. Siapa tahu, kamu bisa jadi penyanyi akapela berikutnya yang viral di media sosial.
FAQ
Apa itu musik akapela?
Musik akapela adalah genre musik yang hanya menggunakan suara manusia tanpa alat musik.
Dari mana asal musik akapela?
Berasal dari nyanyian gereja di Eropa, terutama Italia, sekitar abad ke-15.
Apakah musik akapela masih populer saat ini?
Ya, banyak grup modern seperti Pentatonix yang membawakan lagu pop dengan teknik akapela.
Bisakah musik akapela dilakukan sendiri?
Bisa, tapi biasanya lebih kaya jika dinyanyikan dalam grup karena membutuhkan harmoni.
Apa saja teknik vokal penting dalam akapela?
Blend, tuning, harmoni, rhythm, dan vocal percussion seperti beatbox.











